cartoon4626

PR, tugas laporan praktikum, kerja pendahuluan praktikum belum selesai? Di kost ngapain aja?

Sedikit sulit untuk memberikan jawaban langsung tentang apa saja yang saya lakukan di kost (i mean it). Beberapa hal yang saya kerjakan sifatnya abstrak, untuk beberapa orang. Beberapa hal lainnya bahkan sangat abstrak.

jadi, di kost kamu ngapain aja?”, tanya seorang teman pada saya ketika mengetahui kalau saya belum menyelesaikan beberapa tugas kuliah, i’m not that proud to show you some of my work here, i just want you to know , what i’m really doing on my spare time, uhhh wait, that was even not a spare time! 

Salah satu hal yang saya kerjakan adalah bersiap-siap, untuk apa? Uhhmm, kejutan, kata orang-orang, kejutan itu ngga boleh dibilang ke siapa-siapa, lo! Menulis kode, kerjaan saya yang sedikit abstrak, bisa dilihat pada repositori-repositori GitHub saya, abstrak banget, kan? Another projects? Uhm, it’s hard to explain about this one, beberapa kerjaan yang sifatnya volunteer, dan beberapa lagi projek pribadi, ngga jauh-jauh dari menulis kode. (menulis kode itu belum tentu programmer komputer, ya, saya bukan programmer komputer, masih jauh dari itu, masih perlu banyak belajar).

Uhm, jadi ngapaaaiinn? *tetiba seorang yang kepo banget teriak-teriak ngga jelas* Working on things, salah satunya, mungkin udah pada tahu, ya? lagi ngembangin robot @ispubot dan juga @hayolohbot 

Dan beberapa kerjaan lain yang belum jadi, platform TagInUR, dan kerjaan scraping untuk mendapatkan data mentah yang bisa diolah-digunakan-ditampilkan oleh program komputer.

  Abstrak banget, kan?

“alot of awesome people out there, with their awesome skills, awesome smiles, you can’t just stay in 1 place, you have to see the world, the people, and the way they are smiling, it’s awesome!”

Sabtu kemarin adalah pertama kali nya saya live demo, aplikasi? klak klik? bukan! ngoding pake API sendiri *berasa keren bener* kronologi nya begini.

Setelah mendapatkan stand di salah satu meja (well, ini ceritanya, plot nya mundur, ya!) di JakDiVa, saya pergi ke toliet buat sekedar cuci muka, ngantuk berat! Perasaan ngga enak mulai muncul, “duh, jangan-jangan staff menteri nya dateng pas saya lagi disini, di stand kan cuma Jufi doang!”, kemudian saya buru-buru balik ke stand, dan dugaan saya benar, seorang staff menteri dan panitian HM2 mulai menanyai jufi, “vick!!!”, “ngasih aba-aba, udah biar gw aja yang jelasin,–padahal masih rada gugup, gatau kenapa”, kemudian ditanyain, “jadi, kamu bikin apa?”, blablabla…OK, pertanyaan terberat muncul, “apa yang unik dari aplikasi kamu?” duhhh. mulai, kebiasaan ngecilin suara, dan rada gemeteran, kemudian berusaha nguasain keadaaan, “pak, aplikasi ini bisa ngelaporin data polusi udara di 8 kota terdampak asap!”, bapak itu bingung, “lah, kamu dapat datanya dari mana?”, kemudian dia bertanya, heran, dia ga bisa dapet datanya, lah ini anak kok bisa?, “saya menulis API buat data retreival nya sendiri pak”, beliau tambah bingung, “API itu apa?”, “application programming interface”, duhh, “coba liatin data polusi udara di kota Palembang, sekarang.”

well, itu pertama kali nya lifetime demo make api data retreival sendiri, ada gegerat nya!

Kemudian dengan yakin, saya membuka terminal, dan mengetikkan “ipython” di prompt, kemudian…beberapa baris kode.

>> from ispuapi import aqi
>> import matplotlib.pyplot as plt
>> data = aqi(‘pku’)
>> plt.plot(data)
>> plt.show()
cling, plotting nya muncul, terus staff menkopolhukam nya bilang, “lah, ini kan buat programmer, kamu gabikin yang buat non-programmer?” *pak, saya bukan programmer!* kemudian masih ngeyel nanyain “x ini apa?”, “interval waktu, pak”, “y nya?”, “tingkat polusi udara…”. “jadi, ini kenapa 0? ngga mungkin 0 nih!” sambil ngeluarin smartphone nya, kemudian nunjukin aplikasi sejenis yang sudah mereka buat, “nih, lihat…” duhh, aplikasi nya udah pake maps! semua data ispu bisa didapetin dari tiap koordinat! kereeen gila! yang bikin saya tambah bengong, harga sensor nya 3 milyard Rupiah! duhh, itu uang semua?

dan, epic nya, saya baru nyadar kalau disamping staf menkopolhukam itu “mother of mother of heker”! bang Sofian Hadiwijaya! duhhh lupa sungkem nih!

20 tahun gw bukan hal yang terlalu buruk ternyata. alot of inovative thing that i can done! well, it’s nice to know that i’ve met my passion, something that makes me passioned when i touch it or working on it.

Masa-masa SMA – bagian 1

Apa yang terpintas dibenak anda ketika melihat seorang yang berkacamata? Pandai, IQ > 130, nilai raport > 90, kutu buku (pelajaran) dan lain-lain. OK, tidak dengan saya!

Well, saya bukan anak yang rajin-membaca-buku-pelajaran di sekolah ataupun di rumah, i hate it when i don’t have any interest on something that someone told me what i’m about to do! Tapi, alhamdulillah, ga pernah lepas dari 5 besar 😛

Belajar? Besok ujian, pagi nya baru belajar (10 menit sebelum ujian/ulangan dimulai, kadang suka minta perpanjangan waktu, “Bu, 5 menit lagi ya! *masang muka yang hampir polos* besok UN, mendingan malem nya nge game)

Di kelas, saya kadang diam ( mereka bilang saya sombong, pendiam, yakali gw mesti teriak teriak, kalo ngga ada bahan buat di omongin, ya mendingan diam) jadi si pendiam, kadang jadi si gila, mereka hanya ngga paham gimana gilanya orang pendiam.

Bicara soal pelajaran, Fisika, bukan passion saya! TIK? bosen, materi yang udah saya pahami sejak saya SMP dan diulang lagi di bangku SMA, pffffttt mendingan tidur atau –gangguin temen yang lagi nyatet gimana caranya nge print GIF pake Microsoft Word, lirik kiri kanan, yang pake jilbab dibelakang lumayan juga, eh wait, kenapa dia berkumis??? *God!!

Waktu itu, saya belum kenalan sama yang namanya sumber terbuka, Linus Benedict Torvalds, Richard M. Stallman. Bektrek pas lagi booming-booming nya, sempet nge-install-in BT 5 R3 di laptop kawan dan datanya (hampir) hilang, bootloader Windows nya ngga sengaja kehapus, sorry bro! ) Biology, yeaaah! kinda interesting! to be honest, i just hate everything! especially PHYSICS! apalagi –saya orang yang mudah bosan– dan orang-orang yang ada disekitar saya pastinya paham bagaimana saya ketika saya mulai –bosan– dan ini salah satu mata pelajaran paling mujarap sebagai pengganti obat tidur siang.

Sejarah? oh, come on! i’m a forgotful person! even i don’t know when was my dad born! Seni? my sense of art is way better than my sense of humour! Tapi saya buruk di seni tari dan seni tarik menarik, khusus nya seni tarik suara! Kesimpulan,

Q&A:

Q: Kenapa saya bisa sampe kuliah di jurusan fisika?

 A: Karena ini hal tergreget dari sekian hal greget yang pernah gw lakuin B| Bakalan bosen di depan laptop semisal ngambil jurusan yang ada hubungannya   sama IT, pffftt si kamprets lagi si kamprets lagi
*kamprets = kampret + kampret + kampret

A: Ngga tega ngeliat emak, selesai periksa ke atas (check-up) mata. nih ma ( ngasih lihat hasil check-up ) *jreeenggg* wah nak, selamat ya, minus nya nambah jadi 10 *kemudian ngap-ngap an  *OK, see?*

sampai jumpa di part 2 😛